Friday, July 28, 2017

Ian Wright, Sang Legenda Arsenal

Para pecinta Liga Inggris pada kenal pada sosok yang menjadi legenda Arsenal yang satu ini. Ian Wright mengawali karier sepakbolanya di pertengahan tahun 80 an di klub Crystal Palace, ia menjadi sosok yang ditunggu penampilannya di lapangan hijau. Bersama dengan timnya, Wright mampu meraih prestasi yang membanggakan. Tak hanya itu saja, Wright menjamah dunia entertainment seperti menjadi pembawa acara dan penyiar radio, ia pun menulis berbagai buku biografi tentang dirinya. 

Pria yang mempunyai nama lengkap Ian Edward Wright ini lahir di Woolwich, London pada 03 November 1963. Ia merupakan anak ke 3 dari seorang ayah yang merupakan seorang imigran Jamaika. Di masa mudanya ia telah mencoba bergabung dengan klub Sutton United dan Brighton, namun performanya tak cukup baik untuk mendapatkan kontrak profesional. 
Namun dewi keberuntungan nampaknya datang kepada Wright saat itu. Sang pencari bakat dari Crystal Palace, Peter Prentice pun melirik dirinya dan mengundangnya untuk berlatih di Selhurst Park. Sang manajer, Steve Coppell yang terkesan pada performanya pun akhirnya memberikan kontrak profesionalnya pada bulan Agustus 1985. Meskipun baru berusia 22 tahun kala itu, ia mampu memberikan prestasi bagi tim maupun bagi dirinya sendiri. Terbukti dengan beberapa penghargaan, yakni pemain terbaik Crystal Palace tahun 1988, 1989 dan juga Crystal Palace Centenary IX. 
Di bulan September 1991, Wright akhirnya berpindah klub yang bermarkas di stadion Emirates. Ia dibanderol senilai 2,5 Juta Pounds yang menjadi rekor transfer saat itu. Karirnya yang lebih gemilang pun muncul ketika ia bersama Arsenal. Wright sukses menancapkan banyak prestasi seperti menjadi top skorer di first division di tahun 1991/1992 dengan mencetak 29 gol dan sejak saat itu ia berhasil mencetak 10 gol di Premier League setiap musimnya. Wright pun mampu menyumbangkan gelar pertamanya untuk Arsenal, yakni Piala FA 1993, dan di tahun yang sama Arsenal pun berhasil membawa pulang gelar Piala Liga Inggris. 
Tak hanya sampai disitu saja, di musim selanjutnya Arsenal berhasil menambah prestasi yakni menjuarai Piala Winners tahun 1994. Namun perjalanan karir seseorang dan timnya tak selalu diatas angin, Arsenal harus puas selama 4 musim tak mendapatkan gelar apa pun. Sampai di musim 1997/1998, Wright sukses mendapatkan gelar double winners untuk Arsenal yang menjadi gelar terakhir untuk Arsenal, karena ia memutuskan untuk berpindah klub. 
Setelah dari Arsenal, ia sempat singgah ke beberapa klub di Eropa seperti West Ham, Nottingham Forest, Celtic dan yang terakhir adalah klub Burnley dimana ia memutuskan untuk mengakhiri karir sepakbolanya. 
Selepas masa pensiunnya menjadi pesepakbola, ia sempat ditunjuk oleh direktur sepakbola Isthmian League, Ashford Town untuk mengisi tempat dewan direksi. Selain itu ia juga menjajal untuk menjadi pelatih di Milton Keynes Dons. 
Tak hanya di bidang olahraga, Wright juga mengembangkan karirnya di bidang entertainment yakni menjadi guest host di Top of the Pops. Ia kemudian dikontrak untuk mengisi acaranya sendiri di yang berjudul Friday Night's All Wright. Di tahun 2008, ia dikonfirmasi untuk membawakan acara game populer yaitu Gladiator. Bukan cuma di dunia pertelevisian, ia juga merambah dunia radio dan menjadi seorang penyiar dan juga membintangi banyak iklan. Yang tak kalah hebat adalah ia juga menulis dan berhasil menerbitkan beberapa buku biografinya sendiri.